RSS

Kamis, 04 Februari 2010

Semangat yuuk

Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman
umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang
menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan
kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang,
kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak
dilakukannya.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor
laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon
tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal
diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi
korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya
teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia
ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah
sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari
terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?


Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena
si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan
yang sama, merayap-merajut-melompat, setiap helai benang dipintalnya
dari awal, semakin lama semakin lebar dan hampir menyelesaikan seluruh
pembuatan sarang barunya.Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang
sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang
baru,
kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang
tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu,
diamati ulah si laba-laba, apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah
pengrusakan sarang kedua kalinya?

Ternyata untuk ketiga kalinya,
laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal dengan
bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang
dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ke tigakalinya,
saat itulah si pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa
kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula
laba-laba membangun sarangnya kembali. dengan giat bekerja tanpa
mengenal lelah, Semangat binatang kecil sungguh luar biasa!!

Hal itu menimbulkan perasaan malu Si pemuda. Karena sesungguhnya, si
pemuda berada di taman itu, dengan hati dan perasaan gundah karena dia
baru saja mengalami satu kali kegagalan! Melihat semangat pantang
menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati : Aku tidak pantas
mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku
harus bangkit lagi ! berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi
setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang
membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!

0 komentar:

Poskan Komentar

Thanks for your comment